Bercocok tanam di halaman rumah

Dinding

Berkebun atau bercocok tanam telah menjadi pilihan bisnis yang cukup menjanjikan, terutama sejak krisis ekonomi melanda negeri kita. Dan agribisnis ini bisa menjadi mata pencaharian yang hasilnya tentu saja menguntungkan. Pilihan ini cocok bagi anda yang telah menjalani masa pensiun, ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang, atau bagi anda yang memang ingin serius dalam agribisnis.

Bagi anda yang tertarik beragribisnis, sementara anda tidak memiliki lahan yang luas, jangan membatalkan keinginan anda. Karena ternyata pekarangan rumah anda pun dapat dijadikan arena bercocok tanam. Caranya? Ikuti deh tips dari pakar perkebunan di bawah ini:

*Sesuaikan jenis pohon yang akan ditanam dengan lahan yang ada. Jika anda memiliki lahan yang luas, menanam pohon yang besar atau kecil bukanlah masalah. Tetapi jika lahan anda terbatas, tanamlah pohon-pohon yang kecil. Di lahan yang sempit, jangan menanam pohon dengan lingkar batang yang terlalu besar dan tinggi.

*Jika ingin menanam sayuran, perhatikan letak dan ukuran ketinggian lahan anda. Jika lahan anda berada di dataran rendah, jangan menanam jenis sayuran untuk di dataran tinggi. Begitu juga sebaliknya.

*Perhatikan kurun waktu tumbuh dan masa produktif tanaman. Jika waktunya panen, perhatikan tahap-tahap menanamnya hingga regenerasi pohon terus berlanjut. Jika ingin menanam buah, pohon pepaya dan jeruk sitrun bisa jadi pilihan. Pohon ini tumbuh tidak terlalu tinggi dan lingkar batangnya pun tidak terlalu besar. Buahnya pun dapat dipanen secara berkala dalam jangka waktu yang relatif panjang, hingga tidak perlu menggantinya dengan tanaman baru.

*Umumnya tanaman tumbuh di atas tanah. Tapi sebenarnya tanah hanya salah satu media untuk cengkeraman akar. Dalam kata lain, tanah bisa diganti dengan media lain asalkan unsur hara atau nutrisi yang dibutuhkan tetap ada. Media pengganti itu bisa berupa kompos alam, sedimen atau endapan lumpur dari dasar saluran air di depan rumah yang tentu saja tidak tercemar minyak atau oli.

*Media tersebut membutuhkan tempat atau wadah yang sesuai dengan jenis tanaman. Bisa berupa pot atau wadah-wadah lain seperti ember, drum (untuk buah), potongan ban mobil, kaleng bekas, baskom ataupun kantong plastik hitam.

*Untuk memperoleh bibit, bisa didapat dengan berbagai cara. Untuk jenis pohon buah, bibit dapat diperoleh dengan menyetek atau mencangkok langsung dari induk pohonnya. Untuk jenis tanaman bumbu dapur, seperti jahe, lengkuas, kunyit, cabai, dll, bibit dapat diperoleh dari sisa atau potongan bumbu aslinya dan bisa langsung ditancapkan ke tanah atau media lain. Untuk jenis sayur mayur semusim yang lebih khusus seperti terung, kangkung, selada, kol, kacang panjang, dll, bibitnya dapat dibeli di toko-toko pertanian di kota anda.

*Jika sudah siap, rawatlah tanaman anda dengan baik. Siramlah tanaman anda dua kali sehari, pagi dan sore. Perhatikan pertumbuhannya dari ke hari dan jangan biarkan hama atau ‘tangan jahil‘ mengganggu tanaman anda.

Sebelum anda memulai bercocok tanam, ada baiknya anda konsultasikan dulu dengan orang yang ahli dalam pertanian. Kemudian ajak anggota keluarga anda untuk berpartisipasi mengelola lahan ini. Selamat bercocok tanam.

This slideshow requires JavaScript.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s